PUISI
CANDU ANGIN YANG MEMBAWA
Masih menanti kabar dari sang angin
Yang datang pada waktu yang tak terduga
Namun tak pernah singgah
Jangan percaya pada angin, ia buta
Tak pernah yakin dimana ia akan tinggal
Ia hanya datang dan berbisik pada siapa saja yang ingin mendengar
Berita yang sama
Namun Kedatangannya tentulah jangan kau tolak
Karena ia membawa rasa yang nyaman
Membungkus sekelumit
Mimpi buruk...
Berlindung di bawah cahaya bulan yang tak menghangatkan
Kerinduan ini terlalu menjadi candu
Kalaupun dia datang apa yang kau harapkan
Seperti kata pujangga wanita
Dari ujung kota
Ia membawa rasa nyaman
yang akan membungkus sekelumit mimipi buru

